Rabu, 18 April 2018

                  KEGIATAN LITERASI
               SMK NEGERI 9 JAKARTA
 

I. Kata Pengantar

Segala puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas Laporan Kegiatan Literasi di SMK NEGERI 9 JAKARTA beserta ringkasan Novel yang penyusun baca selama mengikuti Literasi setiap hari Rabu di SMK NEGERI 9 JAKARTA.

Dengan dibuatnya Laporan ini, diharapkan dapat menambah wawasan untuk pembaca maupun penyusun.

Akhir kata, saya mengucapkan terimakasih dan apabila ada kritik serta saran penyusun akan menerimanya dengan terbuka.

II. Pengenalan

Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Dengan membaca, wawasan seseorang akan luas dengan ilmu-ilmu yang didapat. 

III. Kegiatan 

SMK NEGERI 9 JAKARTA merupakan salah satu sekolah favorit para pelajar disekitarnya karena perolehan prestasi yang selama ini didapat oleh sekolah tersebut, baik di akademik maupun non-akademik. Untuk melestarikan budaya membaca di Indonesia, SMK Negeri 9 Jakarta mengadakan kegiatan Literasi setiap hari rabu untuk meningkatkan minat baca para siswa.

Kegiatan Literasi ini berlangsung selama 15 menit setiap rabunya, setelah berakhir kami diwajibkan untuk menyanyikan lagu INDONESIA RAYA (3 stanza) bersama-sama yang merupakan rutinitas para siswa setiap kali akan memasuki jam pelajaran.



III. Ringkasan Novel yang dibaca oleh Penyusun

Novel yang saya baca berjudul "Asa Malaikat Mungilku" karya Astuti J. Syahban, yang merupakan kisah nyata gadis kecil penderita lupus. 


Novel ini menceritakan kisah seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun bernama Asa. Asa adalah seorang gadis periang. Ia tinggal bersama ayahnya yang berprofesi sebagai seorang jurnalis dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang bijaksana juga dua orang saudara yang menyayanginya. Rasanya tak ada yang kurang dari hidup seorang Asa. Tak ada masalah yang berat yang dihadapinya.
            Sayangnya, keceriaan itu harus terusik saat suatu hal terjadi pada kehidupan Asa. Asa harus berjuang melawan penyakit “serigala” yang menggerogotinya. “Serigala” itu adalah kelainan yang mendekam di tubuh Asa sendiri. Dunia medis membahasakannya dengan sebutanLupus. Nama formalnya Systemic Lupus Erythematosus (SLE), penyakit langka ini hingga kini masih menjadi “misi mustahil” untuk disembuhkan.
            Hari-hari yang berat dijalani Asa. Keharusan untuk tinggal dirawat dirumah sakit berhari-hari pun ia jalani. Normalnya, anak seusianya sedang sibuk sekolah, belajar dan bermain. Namun demikian, Asa tetap menjalani hari-harinya dirumah sakit dengan ceria, bahkan ia banyak menemukan sahabat barunya di rumah sakit tersebut. Kebiasaan Asa mengaji dan bersholawat pun tetap ia jalani, itu menunjukkan betapa besarnya cinta Asa kepada Allah. Ibu Asa dengan sabar menemani anaknya selama masa perawatan, dan ayah Asa, dengan penuh usaha mencari biaya utntuk oengobatan Asa yang jumlahnya tidak sedikit.
            Perjuangan Asa untuk bertahan hidup dan bisa menggapai cita-citanya, rupanya tak tercapai. Tuhan berkehendak lain, ia harus pulang kembali ke pangkuan Sang Khalik. Uniknya, banyak hal-hal menakjubkan terjadi ketika jenazah Asa disemayamkan, sampai dikebumikan di tempat peristirahatah terakhir. Bahkan, saat itu, jenazah Asa nampak tersenyum seperti seorang gadis kecil yang manis yang terlelap tidur. Semua hal ini tentu membuat banyak orang takjub. Kehadiran Asa, kini hanyalah sebuah kenangan manis bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang menyayanginya.
            Novel yang berisikan kisah nyata ini mengangkat tema tentang perjuangan seseorang untuk hidup karena kecintaan kepada Tuhannya. Hal ini digambarkan penulis dari apa yang dilakukan sang tokoh utama dalam menjalani hari-harinya yang bisa dikatakan sangat sulit untuk dilalui gadis seusianya. Kebiasaan, tingkah laku, dan tutur kata sang tokoh menjadi alat sang penulis untuk menunjukkan ide pokok dari novel ini. Sedang alur yang penulis ciptakan di novel ini adalah alur campuran. Bagian awal novel ini berisi tentang akhiran yang bagus dari novel ini. Di sela-sela cerita, penulis juga mengungkapkan peristiwa  yang pernah terjadi sebelumnya.
            Tokoh utama dalam novel ini, memiliki watak periang, baik hati, sabar dan sholehah. Hal ini bisa dibuktikan dengan perkataan dan perbuatannya. Ia tergolong juga bersifat dewasa, dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah kepadanya. Ibunya, juga memiliki sifat yang sama dengannya, mungkin penulis ingin menggambarkan bahwa sifat yang dimiliki tokoh utama, diturunkan dari ibunya. Tokoh-tokoh lain dalam novel ini, rata-rata memiliki sifat yang sama dengan kedua tokoh tadi. Benar-benar novel yang menggambarkan nilai sosial dan agama.
            Penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh utama pelaku sampingan. Dapat dilihat dari pembahasaannya menyebut dirinya sendiri dengan sebutan “aku”. Setting dalam novel ini sepertinya sangat lengkap. Dari suasana gembira ria, ketakutan akan kematian, keharuan, sampai kesedihan yang mendalam karena perginya sang tokoh utama untuk selama-lamanya. Berbagai tempat ditulis secara  jelas didalamnya. Tempat-tempat yang pernah didatangi atau dihuni sang tokoh, lengkap dengan keadaan-keadaan, bahkan sesepele apapun, tetap ditulis dengan jelas. Gaya bahasa yang dipakai, adalah bahasa sehari-hari, diselingi dengan bahasa-bahasa daerah sang tokoh.
            Novel ini seperti sebuah khotbah, yang mengajak kita untuk menjalani hidup ini dengan semangat dan perjuangan, serta berserah sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Lebih banyak hal-hal positif yang dapat kita petik dari peristiwa yang terjadi didalam cerita.

IV. Penutup

Demikianlah Laporan mengenai Kegiatan Literasi di SMK NEGERI 9 JAKARTA dan rangkuman resensi yang penyusun baca. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk pembaca maupun penyusun...

Ayo kita tingkatkan minat baca rakyat Indonesia! 


Selasa, 17 April 2018


                LAPORAN KUNJUNGAN
                    STASIUN GAMBIR
 


           Pembimbing : Kusnari S.pd

Nama : Sarah Johanes
Kelas : X OTKP – 2
Pelajaran : OTKP

              SMK NEGERI 9 JAKARTA
              Tahun Ajaran 2017/2018



I. KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan kunjungan ke Stasiun Gambir. Tugas laporan kunjungan ini disusun berdasarkan bimbingan dari guru SMK NEGERI 9 JAKARTA.
Dengan dibuatnya laporan ini, semoga dapat menambah pengetahuan tentang cara memesan tiket kereta api secara online dan cara mencetak tiket kereta api. Saya harap semoga semua yang saya lakukan mendapat ridho dari Allah dan semoga senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya.
Akhir kata dengan segala kerendahan hati, bila ada kritik dan saran dari pembaca akan saya terima dengan senang hati.



I. DASAR PERINTAH

Siswa kelas X OTKP 2, SMK Negeri 9 Jakarta melakukan kunjungan ke Stasiun Gambir pada Selasa, 27 Maret 2018 atas dasar perintah dari Pak Kusnari selaku guru mata pelajaran Teknologi Perkantoran guna belajar bagaimana cara mencetak tiket.
Pak Kusnari memerintahkan secara langsung kepada siswa kelas X OTKP 2 untuk melakukan kunjungan ke Stasiun Gambir. Beliau menyampaikan saat jam pelajaran Teknologi Perkantoran, beliau juga menjelaskan tentang cara membuat dan mencetak sertifikat. Yang mana sertifikat tersebut akan diberikan kepada ketua stasiun untuk meminta tanda tangan sebagai bukti bahwa kami telah melakukan kunjungan ke Stasiun Gambir.

II. PERJALANAN

Pada pukul 06.30 WIB kami berkumpul dihalaman SMKN 9 Jakarta guna untuk mendapat pengarahan dari Pak Kusnari dan sambutan dari Pak Edi selaku kepala Tata Usaha sebelum berangkat naik bus Trans Jakarta.
Kami berjalan kaki menuju halte Gedong Panjang, lalu kami menaiki busway pukul 07.30 WIB. Diperjalanan kami melihat Kota Tua, Stasiun Kota, Monas, dan masih banyak lagi. Kami turun di halte busway Balai Kota sekitar pukul delapan lewat. Dari balai kota, kami jalan kaki menuju Stasiun Gambir yang letaknya tidak terlalu jau. Kami sampai di Stasiun Gambir pukul 08.30 WIB.



III. KEGIATAN DI STASIUN GAMBIR

Di Stasiun Gambir, kami didampingi oleh pak Dwi Agus dan bu Osda. Disana kami diberikan pengarahan oleh bu Diah Ena Wati tentang bagaimana cara memesan tiket secara langsung maupun online dan bagaimana cara mencetak tiket. Kami diajak berjalan mengelilingi Stasiun Gambir dan kami ditunjukkan tempat untuk mencetak tiket. Lalu kami disuruh memperhatikan bagaimana cara mencetak tiket yang dipraktekkan oleh pengunjung Stasiun Gambir setelah itu salah satu dari kami mencoba untuk mempraktekkan agar kami lebih paham lagi mengenai mencetak tiket.
  Lalu kami diajak menuju loket yang mana ada 8 loket. Loket 1,2,3 sebagai tempat pemesanan tiket secara langsung, loket 4,5,6 sebagai tempat pemesanan dan loket 7,8 tempat untuk pembatalan tiket. Setelah itu, kami ke tempat pengecekan tiket dengan kartu identitas untuk anak sekolah menggunakan kartu pelajar, yang sudah dewasa menggunakan KTP, dan untuk anak berusia dibawah 3 tahun tidak dikenakan biaya.
PT. KAI menyediakan kereta pariwisata untuk rombongan yang mana rombongan minimal 20 orang. Harga tiket kereta api pariwisata sekitar Rp 800,000,-/ orang apabila barang bawaan lebih dari 10 kg dikenakan biaya per kg Rp 10,000,- setelah itu kami diajak ke tempat dimana penumpang bisa melaporkan masalah mengenai tiket seperti hilangnya tiket dan lain-lain. Disana kami berfoto dengan salah satu petugas stasiun yang akan mengikuti lomba.




Setelah itu kami naik ke lantai 2 dan masuk ke aula untuk duduk bersama dan tanya jawab kami dijelaskan tentang adanya program baru dari PT. KAI yaitu kereta bandara dan berbagai program lainnya. Di Stasiun Gambir ini adalah tempat melayani transportasi kereta api kelas eksekutif. Layanan kereta api kelas eksekutif ini banyak sekali macamnya. Ada Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga dan masih banyak lagi.
Setelah dari aula kami menuju ke lantai satu untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan dan pembagian sertifikat yang telah ditandatangani dan di stempel oleh kepala Stasiun Gambir lalu kami menyanyikan lagu terima kasih untuk segenap staff dan petugas Stasiun Gambir sebagai penutup kunjungan ini.

IV. KESIMPULAN
Dengan mempelajari info-info yang kami dapat saat kunjungan ke Stasiun Gambir, kami dapat menyimpulkan bahwa :
a) Stasiun Gambir melayani kereta api kelas eksekutif
b) PT. KAI membuka program baru yaitu kereta bandara
c) PT. KAI menyediakan kereta pariwisata untuk rombongan minimal 20 orang
d) Anak berusia dibawah 3 tahun tidak dikenakan biaya
e) Kartu Identitas untuk anak sekolah menggunakan Kartu Pelajar dan untuk orang dewasa menggunakan KTP.




V. PENUTUP
Setelah berkunjung ke Stasiun Gambir kami berjalan kaki menuju Balai Kota. Dikantor Balai Kota kami berfoto bersama didepan gedung yang difotokoan oleh salah satu satpam disana. Lalu kami menuju halte Balai Kota dan naik busway sekitar pukul 11.30 WIB. Kami smpai di halte Bandengan Pekojan sekitar pukul 13.30 WIB.
Kami senang sekali bisa berkunjung ke stasiun Gambir, karena kami bisa tau mengenai cara memesan tiket secara langsung maupun online dan cara mencetak tiket. Kunjungan ini bisa kami jadikan sebagai pengalaman apabila kami ingin menaiki kereta api kami sudah tau tata caranya.


KESAN DAN PESAN
Kesan ; sangat menarik, karena selain menuntut ilmu kita juga bersilaturahmi kepada pihak Stasiun Gambir.
Pesan ; terus ditingkatkan lagi untuk kegiatan yang dilakukan di Stasiun Gambir agar semakin banyak ilmu yang kami dapatkan.